Wacana

Google Translator

    Translate to:

Send To Readmill

Send to Readmill

Admin

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1 other subscriber

Best Online Bookstore -Gramedia

Best Online Bookstore -Gramediana by Gramedia

Penerbit Buku

Penerbitan Buku

Sutera terbaik dari kepompong ulat sutra liar [Attacus Atlas] dan [Cricula Triphenestrat]

Peluang Bisnis

Batik Fashion Online

Hosting Terbaik – Professional dan Berkualitas

Jasa Web Design & Pembuatan Website termurah

Available Space

Hosting di Indonesia – Server Internasional

Hosting di Indonesia – Server Internasional

Hosting at AMIKOM Yogyakarta

Unlimited Bandwidh and Space

Domain Murah

Domain Murah di Jogjahost

Resseller Hosting Paling Murah

Resseller Hosting Paling Murah

Radio Online

Radio Online

Toko Online siap Pakai

Toko Online siap Pakai

Domain hanya Rp.89.000/Tahun

Domain hanya Rp.89.000/Tahun

Virtual Private Server Murah

Virtual Private Server Murah

Space Besar dengan Harga Ekonomis

Space Besar dengan Harga Ekonomis

Batik Fashion Online

Banner Batik

The Biggest Batik Store

Valentine Day Promo dari LAZADA – Belanja Mudah dan Murah

Promo Hari ini – LAZADA Belanja Mudah dan Murah

Top Product – LAZADA Belanja Mudah dan Murah

lazada.co.id

Hosting dan Domain di Bali Orange Comunication

Hosting Indonesia

Batik Fashion Online

Peluang Bisnis

Peluang Menjadi Agen Tiket Pesawat

Wacana adalah rangkaian kalimat yang saling menghubungkan antara preposisi yang satu dengan yang lain. Wacana sering kita temui baik di buku, koran, dan berbagai media lainnya. Tidak semua orang bisa membuat sebuah wacana yang baik. Pemilihan diksi dan mengaitkan antara kalimat yang satu dan yang lainnya tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa banyak berlatih membuat wacana. Sebelum kita membahas lebih lanjut lagi tentang wacana perlu kita ketahui bahwa pengertian wacana dapat ditinjau dari 2 sudut yang berbeda. Sudut yang dimaksud adalah sudut bentuk bahasa dan sudut tujuan umum

Jika ditilik dari sudut bahasa yang dimaksud wacana adalah bentuk bahasa yang berada diatas kalimat dimana kalimat tersebut mengandung sebuah tema tertentu. Satuan bentuk yang mengandung tema ini biasanya terdiri atas paragraf-paragraf, bab-bab, atau karangan-karangan utuh, baik yang terdiri atas bab-bab maupun tidak. Sehingga dapat kita tarik kesimpulan jika tema adalah salah satu ciri sebuah wacana.

Selanjutnya, jika kita melihat sebuah wacana dari sudut tujuannya maka kita bisa membagi wacana menjadi 5 macam. Berikut ini macam-macam wacana dilihat dari sudut tujuannya.

Eksposisi

Wacana ini digunakan oleh penulis untuk memberikan informasi kepada pembacanya. Begitu juga dengan pembaca menggunakan wacana ini untuk mencari informasi yang di inginkannya.

Argumentasi

Ditinjau dari sudut penulis karangan jenis ini ditulis untuk meyakinkan pembaca terhadap suatu kebenaran. Efek lebih lanjut karangan ini dapat mempengaruhi perilaku para pembacanya walaupun sebenarnya wacana yang ditulis tidak bermaksud untuk mempengaruhi orang lain. Sebaliknya, pembaca menggunakan wacana atau karangan ini untuk mencari tau kebenaran dari suatu hal yang mungkin lebih dikuasai oleh penulis.

Persuasi

Persuasi adalah bentuk karangan yang hampir sama dengan argumentasi. Wacana persuasi berusaha mempertahankan suatu kebenaran dalam pembahasannya. Walaupun tidak seratus persen mempertahankan kebenaran, bentuk wacana ini masih termasuk dalam wacana ilmiah, bukan wacana fiksi. Wacana ini juga dilengkapi dengan pendapat penulisnya sehingga dapat mempengaruhi pembaca/pendengar sehingga mereka tertarik untuk mencoba, membeli, atau memakai produk tertentu.

Deskripsi

Wacana deskripsi adalah wacana yang ditulis untuk menggambarkan sesuatu kepada pembaca. Biasanya wacana deskripsi ini tidak berdiri sendiri melainkan memperkuat wacana lainnya.

Narasi

Wacana narasi ini ditulis untuk menceritakan pada orang lain kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi, baik yang dialami sendiri maupun yang didengarnya dari orang lain. Dengan cara ini, penulis/pembicara memenuhi pula kebutuhan para pendengar atau pembacanya untuk memperoleh cerita tentang kejadian itu. Perlu dicatat bahwa ciri khas wacana ini adalah kronologisnya. Artinya, sebuah cerita dari awal hingga akhir atau sebaliknya diceritakan secara runut atau dengan urutan waktu tertentu.

macam-macam wacana (55), jenis wacana (37), macam macam wacana (35), pengertian wacana (34), contoh wacana (18), macam-macam wacana dan contohnya (17), macam-macam wacana bahasa indonesia (14), contoh wacana bahasa indonesia (13), macam wacana (9), ciri-ciri wacana (7), wacana deskriptif tentang kiat atau strategi menulis (6), jenis wacana beserta contohnya (6), ciri khas wacana (5), macam-macam wacana dan pengertiannya (4), macam-macam wacana narasi (4), contoh wacana persuasi bahasa indonesia (4), macam dan ciri wacana (4), wacana bahasa indonesia (4), menulis wacana atau karangan (3), jenis-jenis wacana dan contohnya (3), ciri-ciri wacana argumentasi (3), jenis-jenis wacana (3), macam-macam format alinea (3), pengertian wacana bahasa indonesia (3), wacana deskripsi tentang kiat atau strategi menulis (3),

Karangan argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat, sikap, atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan, bukti-bukti, dan pernyataan-pernyataan yang logis. Tujuan karangan argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengarang. Karangan argumentasi dapat juga berisi tanggapan atau sanggahan terhadap suatu pendapat dengan memaparkan alasan-alasan yang rasional dan logis.

Teori Wacana

NARASI

* Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

* Jenis-jenis NARASI :

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.
Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositprik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.
Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.
 
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Narasi 
DESKRIPSI
* Pengertian :
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti:
  • menggambarkan atau melukiskan sesuatu,
  • penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera,
  • membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
Pola pengembangan paragraf deskripsi:
  • Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat.
  • Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis.
  • Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.
Langkah menyusun deskripsi:
  1. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan
  2. Tentukan tujuan
  3. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan
  4. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan)
  5. Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan
Contoh Narasi / karangan deskripsi : Tepat pukul 06.00 aku terbangun, diiringi dengan suara – suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil membangunkan orang – orang yang masi tidur. serta dapat ku lihat burung – burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan.
EKSPOSISI

 * Pengertian :
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Eksposisi

ARGUMENTASI

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.
Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal untuk bekerja. [1]
Kesimpulan dari paragraf tersebut ialah memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran.
Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan:

  • Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
  • Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
  • Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.

Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.

Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal untuk bekerja. [1]

Kesimpulan dari paragraf tersebut ialah memilih SMA tanpa pertimbangan yang matang hanya akan menambah pengangguran.

Dilihat dari struktur informasinya, dalam paragraf argumentasi akan ditemukan:

  • Pendahuluan, bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca kepada argumen yang akan disampaikan, atau menunjukkan dasar-dasar mengapa argumentasi dikemukakan.
  • Tubuh argumen, bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar. Kebenaran yang disampaikan dalam tubuh argument harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jalan pikiran yang logis.
  • Kesimpulan atau ringkasan, bertujuan untuk membuktikan kepada pembaca bahwa kebenaran yang ingin disampaikan melalui proses penalaran memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.

Tahapan menulis karangan argumentasi:

  1. Menentukan tema atau topik permasalahan,
  2. Merumuskan tujuan penulisan,
  3. Mengumpulkan data atau bahan berupa: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung,
  4. Menyusun kerangka karangan, dan
  5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan.

Pengembangan kerangka karangan argumentasi dapat berpola sebab-akibat, akibat-sebab, atau pola pemecahan masalah.

 1. Sebab-akibat.  Pola urutan ini bermula dari topik/gagasan yang menjadi sebab berlanjut topik/gagasan yang menjadi akibat.

Contoh:

a. Sebab-sebab kemacetan di DKI Jakarta

a) Jumlah penggunaan kendaraan

b) Ruas jalan yang makin sempit

c) Pembangunan jalur busway

b. Akibat-akibat kemacetan

a) Terlambat sampai di kantor

b) Waktu habis di jalan

2. Akibat-sebab. Pola urutan ini dimulai dari pernyataan yang merupakan akibat dan dilanjutkan dengan hal-hal yang menjadi sebabnya.

Contoh:

Menjaga kelestarian hutan

1. Keadaan hutan kita

2. Fungsi hutan

3. Akibat-akibat kerusakan hutan

3. Urutan Pemecahan Masalah. Pola urutan ini bermula dari aspek-aspek yang menggambarkan masalah kemudian mengarah pada pemecahan masalah.

Contoh:

Bahaya narkoba dan upaya mengatasinya

1. Pengertian narkoba

2. Bahaya kecanduan narkoba

a. pengaruh terhadap kesehatan

b. pengaruh terhadap moral

c. ancaman hukumannya

3. Upaya mengatasi kecanduan narkoba

4. Kesimpulan dan saran

Contoh Paragraf Argumentasi

Akibat perkembangan perekonomian dan pertambahan jumlah penduduk, komsumsi energi di dalam negeri juga meningkat. Kebutuhan gas di pulau jawa pada tahun 2002 sebanyak 943 juta kaki kubik per hari (MMCFD). Tahun 2005, meningkat menjadi 1,136 MMCFD. Pada tahun 2010, kebutuhan gas di pulau jawa diperkirakan 2.252 MMCFD dan tahun 2015, sebanyak 3,441 MMCFD
 
 



Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Contact Us

Translation Service

Contact Us

Translation Service

Follow me on Twitter

Start here

Translation Service

Professional Translations for Japanese
Translation agency in Japan, Tokyo believes real professional English Japanese translation is the whole experience -- Complete satisfaction.
%d bloggers like this:
Wordpress content guard plugin by JaspreetChahal.org