Tempat paling Romantis di Yogyakarta

Google Translator

    Translate to:

Send To Readmill

Send to Readmill

Admin

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1 other subscriber

Best Online Bookstore -Gramedia

Best Online Bookstore -Gramediana by Gramedia

Penerbit Buku

Penerbitan Buku

Sutera terbaik dari kepompong ulat sutra liar [Attacus Atlas] dan [Cricula Triphenestrat]

Peluang Bisnis

Batik Fashion Online

Hosting Terbaik – Professional dan Berkualitas

Jasa Web Design & Pembuatan Website termurah

Available Space

Hosting di Indonesia – Server Internasional

Hosting di Indonesia – Server Internasional

Hosting at AMIKOM Yogyakarta

Unlimited Bandwidh and Space

Domain Murah

Domain Murah di Jogjahost

Resseller Hosting Paling Murah

Resseller Hosting Paling Murah

Radio Online

Radio Online

Toko Online siap Pakai

Toko Online siap Pakai

Domain hanya Rp.89.000/Tahun

Domain hanya Rp.89.000/Tahun

Virtual Private Server Murah

Virtual Private Server Murah

Space Besar dengan Harga Ekonomis

Space Besar dengan Harga Ekonomis

Batik Fashion Online

Banner Batik

The Biggest Batik Store

Valentine Day Promo dari LAZADA – Belanja Mudah dan Murah

Promo Hari ini – LAZADA Belanja Mudah dan Murah

Top Product – LAZADA Belanja Mudah dan Murah

lazada.co.id

Hosting dan Domain di Bali Orange Comunication

Hosting Indonesia

Batik Fashion Online

Peluang Bisnis

Peluang Menjadi Agen Tiket Pesawat

Tempat paling Romantis di Yogyakarta

Disamping Candi Prambanan , Malioboro, Kota Gede adalah tempat tempat yg sudah sangat populer namu ada tempat di Yogyakarta yg bernuansa Romantis dan belum banyak di kunjungi dan diketahui, diantaranya adalah :

  1. Taman Sari.
    istana Air Penuh Keindahan dan Rahasia

    251526_10150194162752477_1480986_nMasa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari.

    “Dari atas Gapura Panggung ini Sultan biasa menyaksikan tari-tarian di bawah sana. Bangunan-bangunan di sampingnya merupakan tempat para penabuh dan di tengah-tengah biasa didirikan panggung tempat para penari menunjukkan kepiawaian dan keluwesan mereka,” terang seorang pemandu ketika YogYES memasuki Taman Sari. Dari Gapura Panggung, pemandu membawa YogYES masuk ke area yang dulunya hanya diperbolehkan untuk Sultan dan keluarganya, kolam pemandian Taman Sari. Gemericik air langsung menyapa. Airnya yang jernih berpadu apik dengan tembok-tembok krem gagah yang mengitarinya. Kolam pemandian di area ini dibagi menjadi tiga yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja).

    251536_10150194158772477_7518454_n

    Sebuah periuk tempat istri-istri Sultan bercermin masih utuh berdiri ketika YogYES memasuki menara tempat pribadi Sultan. Ornamen yang menghiasi periuk memberi kesan glamor terhadap benda yang terletak di samping lemari pakaian Sultan tersebut. Bisa dibayangkan, 200 tahun lalu seorang wanita cantik menunggu air di periuk ini hingga tenang lalu dia menundukkan kepalanya, memperbaiki riasan dan sanggulnya, memperindah raganya sembari bercermin. Selain periuk dan kamar pribadi Sultan, di menara yang terdiri dari tiga tingkat ini ada tangga dari kayu jati yang masih utuh terawat sehingga memberi kesan antik bagi siapa pun yang melihatnya. Naik ke tingkat paling atas, pantulan mentari dari kolam di bawahnya dan seluruh area Taman Sari terlihat dengan jelas. Mungkin dahulu Sultan juga menikmati pemandangan dari atas sini, pemandangan Taman Sari yang masih lengkap dengan danau buatannya dan bunga-bunga yang semerbak mewangi.

    Selepas menikmati pemandangan dari atas menara, pemandu lalu membawa YogYES menuju Gapura Agung, tempat kedatangan kereta kencana yang biasa dinaiki Sultan dan keluarganya. Gapura yang dominan dengan ornamen bunga dan sayap burung ini menjadi pintu masuk bagi keluarga Sultan yang hendak memasuki Taman Sari. Pesanggrahan tepat di selatan Taman Sari menjadi tujuan berikutnya. Sebelum berperang, Sultan akan bersemedi di tempat ini. Suasana senyap dan hening langsung terasa ketika YogYES masuk. Di sini, Sultan pastilah memikirkan berbagai cara negosiasi dan strategi perang supaya kedaulatan Keraton Yogyakarta tetap terjaga. Areal ini juga menjadi tempat penyimpanan senjata-senjata, baju perang, dan tempat penyucian keris-keris jaman dahulu. Pelatarannya biasa digunakan para prajurit berlatih pedang.

    YogYES pun berpisah dengan pemandu di depan Gapura Agung. Namun, ini bukan berarti perjalanan terhenti karena masih ada beberapa tempat yang harus disinggahi seperti Sumur Gumuling dan Gedung Kenongo. Untuk menuju tempat tersebut, Anda harus melewati Tajug, lorong yang menghubungkan Taman Sari dengan keraton dan juga Pulo Kenongo. Lorong bawah tanah yang lebar ini memang untuk berjaga-jaga apabila keraton dalam keadaan genting. Ruang rahasia banyak tersembunyi di tempat ini. Keluar dari Tajug, Anda akan melihat bekas dari Pulo Kenongo yang dulunya banyak ditumbuhi bunga kenanga yang menyedapkan Taman Sari. YogYES pun menuju Sumur Gumuling, masjid bawah tanah tempat peribadatan raja dan keluarga. Bangunan dua tingkat yang didesain memiliki sisi akustik yang baik. Jadi, pada zaman dahulu, ketika imam mempimpin shalat, suara imam dapat terdengar dengan baik ke segala penjuru. Sekarang pun, hal itu masih dapat dirasakan. Suara percakapan dari orang-orang yang ada jauh dari kita terasa seperti mereka sedang berada di samping kita. Selain itu, Untuk menuju ke pusat masjid ini, lagi-lagi harus melewati lorong-lorong yang gelap. Sesampainya di tengah masjid yang berupa tempat berbentuk persegi dengan 5 anak tangga di sekelilingnya, keagungan semakin terasa. Ketika menengadahkan kepala terlihat langit biru. Suara burung yang terdengar dari permukiman penduduk di area Taman Sari semakin menambah tenteram suasana.

    Persinggahan terakhir adalah Gedung Kenongo. Gedung yang dulunya digunakan sebagai tempat raja bersantap ini merupakan gedung tertinggi se-Taman Sari. Di tempat ini Anda dapat menikmati golden sunset yang mempesona. Keseluruhan Taman Sari pun bisa dilihat dari sini, seperti Masjid Soko Guru di sebelah timur dan ventilasi-ventilasi dari Tajug. Puas dengan kesegaran air dari Taman Sari, langit akan menyapa. Pemandangan yang indah sekaligus mempesona ditawarkan Taman Sari. Pesona air yang apik berpadu dengan tembok-tembok bergaya campuran Eropa, Hindu, Jawa, dan China menjadi nilai yang membuat Taman Sari tak akan terlupakan.

    Jam Buka: Senin – Minggu, pukul 09.00 – 15.30 WIB

    Tiket:

    • Wisatawan Domestik: Rp 3.000
    • Wisatawan Mancanegara: Rp 7.000
    • Guide: nego (Rp 10.000 – Rp 20.000)

    Keterangan:

    harga tiket diperoleh pada perjalanan bulan Januari 2012. Untuk tarif pemandu bervariasi, tergantung kesepakatan bersama.

  2. Bukit Bintang.

    Bukit Bintang namanya, masyarakat sekitar Jogja biasa menyebutnya dengan istilah BB, yang merupakan singkatan dari “Bukit Bintang”. Mengapa disebut Bukit Bintang? Karena Dari ketinggian yang merupakan bukit. Dan dari Bukit inilah kita bisa melihat kelap-kelip bintang, yang merupakan pancaran lampu dari rumah-rumah yang ada di wilayah Yogyakarta, maka dari itu terlihat seperti Bintang yang memancarkan cahaya indah dengan kerlap-kerlipnya. Maka dari itu disebut “Bukit Bintang (BB)”.

    Bukit-Indah-1Tak usah diragukan lagi keindahannya, keindahan yang begitu sangat indah dan cukup menakjubkan bisa dibilang. Keindahan bisa dilihat, ketika matahari mulai tenggelam. Makin malam keindahan kerlap-kerlip bintang yang terpancar makin indah terlihat. Dari sini pula kita bisa melihat Sunset (matahari tenggelam), yang terkadang orang-orang melihat sunset dari pantai. Namun ini berbeda, dari Bukit Bintang kita juga bisa melihat keindahan sunset (matahari tenggelam).

    Keberadaan bukit bintang yang di dukung dengan cuaca perbukitan yang begitu sejuk dan cukup dingin seperti berada di puncak gunung, membuat suasana keindahan bukit bintang makin terasa keindahannya dan merasakan kenyamanan bila berada disana. Dengan posisi bukit bintang yang seperti itu halnya, bukit bintang terkadang merupakan tempat yang begitu romantis bagi para muda dan mudi yang sedang memadu kasih atau bagi para pasangan muda yang baru saja membina rumah tangga dan juga bukan hanya untuk mereka saja, terkadang banyak keluarga pula yang mengunjungi bukit bintang untuk menghilangkan kepenatan dengan keindahan yang eksotis dan suasana perbukitan cuaca dingin.

    Lalu dengan posisi keberadaan bukit bintang yang seperti itu, banyak orang yang memanfaatkan bukit bintang untuk berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan. Usaha yang bergerak di bidang kulinerlah  yang mendominasi di wilayah bukit bintang. Sepanjang bukit bintang banyak rumah-rumah makan yang menyajikan makanan yang berbeda dari rumah makan satu ke rumah makan lainnya. Dan disetiap rumah makan terkadang memiliki makanan khas masing-masing. Bukan hanya rumah makan saja, tetapi para pedagang makanan emperan pun seperti pedagang kaki lima ramai di sepanjang  jalan bukit bintang. Para pedagang yang semacam itu menjual makanan seperti jagung bakar, roti bakar, dan pisang bakar. Berbeda dengan rumah-rumah makan yang ada, yang menjual mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Untuk masalah harga bervariasi, berbeda antara rumah makan satu dengan yang lainnya. Ada harga yang mulai dari kelas bawah, harga menengah. harga standar bahkan hingga harga kelas atas. Jadi bagi semua kalangaan bisa menyesuaikan keadaan kantong mereka masing-masing. Kurang afdol rasanya bila kesana hanya melihat pemandangan yang indah saja, tanpa ada sajian makanan atau minuman sebagai teman untuk melihat keindahan yang begitu eksotis di bukit bitang (bb) tersebut.

    Bagi para muda dan mudi yang sedang memadu kasih sangatlah menikmati keindahan bukit bintang. Suasana yang begitu eksotis keindahannya dan natural pemandangannya menjadikan kenyamanan sendiri bagi para muda dan mudi dalam memadu kasih. Keromantisanpun melekat pada bukit bintang. Tak jarang bagi para muda dan mudi yang sedang melakukan penjajakan atau bahasa kerennya pedekate (pendekatan). Merupakan tempat yang dirasa cocok untuk mengatakan cinta atau mengungkapkan perasaannya itu. Terkadang di suatu rumah makan ada yang menyediakan gitar untuk bernyanyi. Jadi, bagi para laki-laki yang bisa bermain gitar merupakan kesempatan baginya untuk menambah keromantisan yang ada di saat ingin mengatakan cintanya.

    Bukit Bintang (BB) ramai pengunjung disaat hari-hari libur, seperti malam sabtu, malam minggu, bahkan hari-hari libur tertentu. Di hari liburlah merupakan moment yang tepat untuk menghabiskan waktu dalam menghilangkan kejenuhan dan kepenatan, setelah menghabiskan sehari-harinya dengan rutinitas yang ada. Kejenuhan dan kepenatan hilang seketika, hanya dengan melihat keindahan bukit bintang yang begitu eksotis keindahannya dan suasana perbukitan yang cukup nyaman. Di bukit bintang bukan hanya terdapat rumah-rumah makan, bahka ada pula hotel yang menyediakan penginapan bagi pasangan yang baru saja membina rumah tangga atau bagi para keluarga yang benar-benar ingin berlibur atau beristirahat untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan yang ada. Dengan posisi bukit bintang yang benar-benar eksotis keindahannya dan sangat nyaman tempatnya.

    Malam Paling Cantik & Romantis di Bukit Bintang Gunungkidul

    Panorama saat malam hari di Bukit Bintang Gunungkidul (Desi/detikTravel)
    Gunungkidul - Semakin malam, semakin banyak lampu yang menyala. Benar-benar seperti lautan bintang. Hanya saja, kalau mau melihat ‘bintang’ ini pengunjung harus menunduk bukan mengadah ka atas.

    Semakin malam, suasana makin ramai. Rumah makan di sini juga mempercantik tampilannya dengan lampu-lampu. Tidak hanya di rumah makannya, ada pula para pengendara motor yang berhenti di pinggir jalan sambil menikmai jagung bakar. Mereka seperti tak peduli dengan gerimis hujan yang semakin deras.

    Kebanyakan dari mereka yang berhenti di bukit ini adalah para remaja. “Makin malam, main banyak yang datang. Kebanyakan mereka yang habis jalan-jalan ke pantai, singgah di sini untuk istirahat dan makan,” jelas Umi.

    Memang kalau Anda pergi ke kawasan Pantai Baron, Kukup, Sundak, Krakal, dan pantai-pantai Gunungkidul lainnya, pasti melewati bukit ini. Traveler bisa berkunjung ke lokasi ini karena tempatnya sangat mudah ditemukan. Bukit Bintang berada di pinggir jalan penghubung antara Yogyakarta dan Wonosari.

    Cuaca dingin, membuat saya ingin menyantap satu porsi soto ayam dan susu jahe. Nyam! Perut kenyang, tubuh juga terasa hangat. Bosan hanya duduk di tempat makan, saya pun berjalan-jalan ke luar sambil mengambil beberapa foto.

    Bukit Bintang akan ramai pengunjung disaat hari-hari libur, seperti malam Sabtu, Minggu, dan hari libur lainnya. Seketika, pikiran terasa lebih tenang dan nyaman hanya dengan melihat keindahan Bukit Bintang yang eksotis. Tak salah kalau spot ini jadi yang paling romantis dan cantik menikmati malam di Gunungkidul.

  3. Taman Pelangi Yogyakarta.    Taman Pelangi Yogyakarta merupakan tempat wisata malam yang terletak di Jalan Ring-Road Utara, dan berada di lokasi Monjali (Monumen Jogja Kembali) Yogyakarta. Taman Pelangi memiliki lebih dari 20 jenis permainan, 25 stand makan dan stand minum. Taman pelangi ini bisa dinikmati dari pagi sampai malam, pagi sampai sore anda ditaman ini anda akan dipuaskan dengan berbagai fasilitas permainnya yang menarik dan malam hari anda akan terasa lengkap dan sempurna dengan banyaknya lampion yang menyala memberikan kesan yang menarik untuk menenangkan pikiran.

    Taman Pelangi merupakan Jogja Night Recreation alias tempat hiburan malam, soalnya buka di malam hari, yaitu jam17.00-22.00 pada Weekdays (Senin-Kamis) dengan HTM 10ribu dan jam 17.00-23.00 pada Weekend (Jumat-Minggu) dengan HTM 15ribu. Lokasinya di area Monumen Jogja Kembali (Monjali) Jalan Raya Ring Road Utara, DIY. Taman ini baru(?) diresmikan bulan Desember 2011 lalu. Namun Monumen Jogja Kembalinya sendiri dari dulu sudah merupakan tempat wisata berupa museum sejarah perjuangan kemerdekaan RI.

    Daya tarik utama taman pelangi adalah banyaknya lampion berbagai bentuk dan ukuran, karena itu tempat ini di sebut juga Taman Lampion.

  4. Sky Bar Hotel All Season Yogyakarta.All Seasons Yogyakarta is located in the heart of Yogyakarta city which is:5 minutes walking from Malioboro, 5 minutes from train station, 10 minutes from Sultan Palace, 15 minutes from batik and handicraft center, 20 minutes from Adisucipto airport

    All Seasons Yogyakarta offers 112 that simplified with a touch of chic style, spirit of modern minimalist deco with futuristic accents, and the contentment of relaxation and leisure. Check into our Superior rooms that spring the coziness and comfort with broadband internet access free, 32 inch LCD TV with movie and cable channels, IPod, laptop safe, coffee and tea making facilities.

    All Seasons Yogyakarta is the leader for modern hotel concept that brings a breakthrough by establishing sky bar with pool on 7th floor. The sky bar that surrounded by cozy ambience and coloured by the modern deco as well as the smart-designed furniture has toned up the beautiful sky of Yogyakarta City. All the perfectness of entertainment ecstatic night or day life can be found at All Seasons Yogyakarta Sky bar! Located: Jalan Dagen No. 109, Kota Yogyakarta 55271

  5. Pantai Sundak.Sundak, sebuah pantai di wilayah kabupaten Gunungkidul, tepatnya di desa sidoharjo kecamatan tepus. Berada di jajaran pantai selatan berderet dengan pantai Kukup, Krakal, Drini, Sepanjang dan Pantai Baron.

    Lembaran pasir putih yang terhampar di sepanjang bibir pantai, menunggu kecup mesra sang Ombak yang berlarian memendam rindu yang teramat dalam, memberikan kenyamanan mata yang memandang. Semilir angin membelai dedaunan melambai di ujung dahan-dahan yang tumbuh mengitari pantai menyejukkan hati para pencari kedamaian.

    Hamparan bibir pantai bergincu karang-karang mungil tempat bermain biota laut nan menggemaskan. Karang yang berdiri kokoh seolah penjaga Pantai Sundak nan kokoh dan pemberani. Perbukitan kapur di latar belakang pantai yang menjulang menambah keelokan pertemuan laut dan daratan pesisir selatan pulau Jawa.

    Sundak, perpaduan nama antara ASU dan LANDAK. Bermula dari pertarungan antara ASU (anjing) dan Landak. Pergelutan yang meninggalkan jejak bagi penduduk sekitar akan adanya sebuah gua dengan sumber air tawar di dalamnya.

    Sundak, salah satu Pesona Gunungkidul yang masih terkubur, terkabur akan berita yang simpang siur.Sundak sebagai sebuah tonggak, bahwa Gunungkidul bukanlah kekerontangan namun sebuah keindahan nan eksotis.

     Kota terdekat: Kasihan,Desa Balong, Girisubo, Gunung Kidul by:sutip, Glinggang, Sedayu
    Koordinat:   8°8’49″S   110°36’28″E
  6. Istana Ratu Boko, Kemegahan di Bukit Penuh Kedamaian.

    Istana Ratu Boko adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara(berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi.

    Istana ini terletak di 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.

    Bila masuk dari pintu gerbang istana, anda akan langsung menuju ke bagian tengah. Dua buah gapura tinggi akan menyambut anda. Gapura pertama memiliki 3 pintu sementara gapura kedua memiliki 5 pintu. Bila anda cermat, pada gapura pertama akan ditemukan tulisan ‘Panabwara’. Kata itu, berdasarkan prasasti Wanua Tengah III, dituliskan oleh Rakai Panabwara, (keturunan Rakai Panangkaran) yang mengambil alih istana. Tujuan penulisan namanya adalah untuk melegitimasi kekuasaan, memberi ‘kekuatan’ sehingga lebih agung dan memberi tanda bahwa bangunan itu adalah bangunan utama.

    Sekitar 45 meter dari gapura kedua, anda akan menemui bangungan candi yang berbahan dasar batu putih sehingga disebut Candi Batu Putih. Tak jauh dari situ, akan ditemukan pula Candi Pembakaran. Candi itu berbentuk bujur sangkar (26 meter x 26 meter) dan memiliki 2 teras. Sesuai namanya, candi itu digunakan untuk pembakaran jenasah. Selain kedua candi itu, sebuah batu berumpak dan kolam akan ditemui kemudian bila anda berjalan kurang lebih 10 meter dari Candi Pembakaran.

    Sumur penuh misteri akan ditemui bila berjalan ke arah tenggara dari Candi Pembakaran. Konon, sumur tersebut bernama Amerta Mantana yang berarti air suci yang diberikan mantra. Kini, airnya pun masih sering dipakai. Masyarakat setempat mengatakan, air sumur itu dapat membawa keberuntungan bagi pemakainya. Sementara orang-orang Hindu menggunakannya untuk Upacara Tawur agung sehari sebelum Nyepi. Penggunaan air dalam upacara diyakini dapat mendukung tujuannya, yaitu untuk memurnikan diri kembali serta mengembalikan bumi dan isinya pada harmoni awalnya. YogYES menyarankan anda berkunjung ke Candi Prambanan sehari sebelum Nyepi jika ingin melihat proses upacaranya.

    Melangkah ke bagian timur istana, anda akan menjumpai dua buah gua, kolam besar berukuran 20 meter x 50 meter dan stupa Budha yang terlihat tenang. Dua buah gua itu terbentuk dari batuan sedimen yang disebut Breksi Pumis. Gua yang berada lebih atas dinamakan Gua Lanang sedangkan yang berada di bawah disebut Gua Wadon. Persis di muka Gua Lanang terdapat sebuah kolam dan tiga stupa. Berdasarkan sebuah penelitian, diketahui bahwa stupa itu merupakan Aksobya, salah satu Pantheon Budha.

    Meski didirikan oleh seorang Budha, istana ini memiliki unsur-unsur Hindu. Itu dapat dilihat dengan adanya Lingga dan Yoni, arca Ganesha, serta lempengan emas yang bertuliskan “Om Rudra ya namah swaha” sebagai bentuk pemujaan terhadap Dewa Rudra yang merupakan nama lain Dewa Siwa. Adanya unsur-unsur Hindu itu membuktikan adanya toleransi umat beragama yang tercermin dalam karya arsitektural. Memang, saat itu Rakai Panangkaran yang merupakan pengikut Budha hidup berdampingan dengan para pengikut Hindu.

    Sedikit yang tahu bahwa istana ini adalah saksi bisu awal kejayaan di tanah Sumatera. Balaputradewa sempat melarikan diri ke istana ini sebelum ke Sumatera ketika diserang oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa memberontak karena merasa sebagai orang nomor dua di pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno akibat pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramudhawardani (saudara Balaputradewa. Setelah ia kalah dan melarikan diri ke Sumatera, barulah ia menjadi raja di Kerajaan Sriwijaya.

    Sebagai sebuah bangunan peninggalan, Istana Ratu Boko memiliki keunikan dibanding peninggalan lain. Jika bangunan lain umumnya berupa candi atau kuil, maka sesuai namanya istana ini menunjukkan ciri-ciri sebagai tempat tinggal. Itu ditunjukkan dari adanya bangunan berupa tiang dan atap yang terbuat dari bahan kayu, meski kini yang tertinggal hanya batur-batur dari batu saja. Telusurilah istana ini, maka anda akan mendapatkan lebih banyak lagi, salah satunya pemandangan senja yang sangat indah. Seorang turis asal Amerika Serikat mengatakan, “Inilah senja yang terindah di bumi.”

    Kemegahan bangunan-bangunan situs purbakala dengan arsitektur yang bernilai tinggi dan sangat menarik untuk dinikmati di Kabupaten Sleman. Salah satu situs purbakala yang menawarkan daya tarik yang mempesona adalah situs Ratu Boko. Selain menarik dari sisi arsitektur, situs Ratu Boko juga menawarkan kekayaan panorama alam tak terlupakan bagi anda yang mengunjunginya. Daya tarik yang sayang bila dilewatkan adalah keindahan sunset di situs Ratu Boko dan pemandangan serta panorama keindahan alam.

    Sunset Situs Ratu Boko

    Meskipun Sleman tidak memiliki pantai, namun Sleman menawarkan keindahan panorama terbenamnya matahari di sore hari (sunset) yang berbeda dari panorama di pantai. Untuk menikmati keindahan matahari yang pulang ke peraduan dengan perspektif yang berbeda, anda dapat menikmatinya di lokasi situs Ratu Boko yang berada di Kecamatan Prambanan, Sleman.

    Untuk menikmati sunset anda harus sampai di situs Ratu Boko sebelum jam 16.00 atau jam 4 sore. Jangan lupa pastikan bahwa cuaca saat itu cerah. Sesampai di situs Ratu Boko anda harus bergegas menuju gerbang situs Ratu Boko karena di titik inilah keindahan sunset dapat anda nikmati. Anda dapat mengambil posisi di anak tangga gerbang, di tengah gerbang atau di pelataran atas setelah masuk gerbang.

    Dari lokasi inilah dapat terlihat jelas matahari serupa bola kuning yang perlahan turun ke bumi. Sementara itu cahaya kuning keemasan tampak indah mengelilingi bola kuning dan berpendar ke angkasa. Bila anda mengambil posisi di pelataran setelah masuk gerbang situs Ratu Boko maka akan terlihat bola kuning tersebut berada dalam kurungan gerbang situs. Meski sunset di situs Ratu Boko hanya berlangsung beberapa menit saja namun keindahannya akan menjadikan pengalaman tersendiri bagi anda yang tak akan terlupakan.

    Selain mengambil posisi di sekitar gerbang situs Ratu Boko, anda dapat juga menikmati sunset  di candi pembakaran. Lokasi candi pembakaran yang merupakan titik tertinggi dari Candi Ratu Boko memungkinkan anda untuk menikmati tenggelamnya matahari di balik gerbang Candi Boko. Candi Pembakaran ini berada di sebelah kiri dan sedikit ke atas setelah anda memasuki gerbang. Lokasi lain seperti di Cafe Andrawina juga dapat menjadi pilihan. Di Cafe ini anda dapat meminta disediakan tempat makan di belakang cafe dekat tebing sehingga anda dapat menikmati indahnya sunset sembari menunggu santapan makan malam.

     Melihat Keindahan Panorama di Puncak Perbukitan

    Situs Ratu Boko berada di atas perbukitan Prambanan yang berjarak sekitar 2-3 km arah selatan Candi Prambanan. Meski di puncak perbukitan namun situs ini mudah dijangkau dengan sarana angkutan apa saja yang anda gunakan. Bila posisi anda di pusat kota Yogyakarta, anda hanya butuh waktu sekitar 30 menit untuk menjangkau situs Ratu Boko. Secara administratif situs Ratu Boko berada di wilayah Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman.

    Posisi situs yang berada di puncak perbukitan kapur ini menjadikan situs Ratu Boko memiliki keelokan tersendiri dibandingkan situs-situs lainnya. Dari kompleks situs Ratu Boko dapat anda dinikmati suasana pemandangan alam (city view) yang sangat indah. Hamparan lahan pertanian tampak bagaikan permadani yang terbentang luas di bawah perbukitan. Sementara itu bila pandangan anda sedikit diarahkan ke utara maka akan tampak kemegahan Candi Prambanan dan Candi Sewu. Keindahan panorama alam dari situs Ratu Boko tak berhenti di sini, bila cuaca sedang bersih atau cerah maka anda dapat melihat kegagahan Gunung Merapi yang menjadi latar belakang Candi Prambanan.

     Keindahan panorama alam juga dapat dinikmati dari sisi utara andrawina cafe yang berada di komplek parkir atas. Bila anda parkir di bawah maka anda dapat menuju lokasi dengan menaiki puluhan anak tangga. Keindahan alam juga dapat terlihat dengan berjalan sedikit naik dari tempat pembelian tiket dan mengarahkan pandangan ke arah kiri atau sedikit mendekat ke sisi tebing perbukitan.

    Bagi anda yang gemar tracking, Ratu Boko menjadi pilihan yang tepat. Para wisatawan dapat menyusuri tidak hanya kompleks Candi Ratu Boko namun juga kompleks candi-candi di sekitarnya diantaranya Candi Ijo, Banyunibo dan Candi Barong.

    Indah Untuk Berfoto

    Melangkah masuk dari gerbang situs Ratu Boko berarti anda mulai menapaki kompleks situs yang dibangun pada abad ke 8. Bentuk fisik situs Ratu Boko diperkirakan merupakan sebuah bangunan keraton. Di kompleks situs Ratu Boko ini terdapat bekas gapura, ruang paseban, kolam, pendopo, pringgitan, keputren dan dua ceruk gua untuk bermeditasi.

    Bagi anda yang hobi fotografi, kompleks situs Ratu Boko dapat menjadi alternatif lokasi pengambilan gambar. Variasi bangunan di kompleks situs akan menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan pilihan suasana yang beragam. Salah satu lokasi untuk mengambil gambar yang tidak ada di situs yang lain adalah kompleks kolam pemandian yang berada di sisi timur atau belakang bangunan.

    Keindahan lokasi dengan berbagai variasi bangunan ini juga cocok untuk pengambilan gambar  pra pernikahan (pre-wedding). Dengan keunikan yang dimiliki, lokasi ini memberikan pilihan pengambilan foto yang berbeda dibanding dengan spot lain. Banyak diantara pasangan yang mengambil gambar di depan gerbang candi Ratu Boko dan di kompleks kolam pemandian. Kehijauan bidang lahan di antara gerbang hingga kompleks candi lain juga kerap dipergunakan sebagai lokasi pemotretan. Disamping itu, beberapa pasangan juga memanfaatkan panorama sunset sebagai bayangan siluet pemotretan.

xxx
Hotels in Yogyakarta Compare hotel prices and find the best deal - HotelsCombined.com xxx

Loading Facebook Comments ...

Leave a Reply

Contact Us

Translation Service

Contact Us

Translation Service

Follow me on Twitter

Start here

Translation Service

Professional Translations for Japanese
Translation agency in Japan, Tokyo believes real professional English Japanese translation is the whole experience -- Complete satisfaction.
%d bloggers like this:
Wordpress content guard plugin by JaspreetChahal.org